082 339 443 335 info@mobillombok.com

Suku Sasak yang merupakan suku asli di Lombok memiliki beragam kesenian atau pertunjukan seni. Berbagai pertunjukan seni tersebut seperti tarian suku Sasak atau sholawatan menampilkan permainan berbagai alat musik Suku Sasak yang dibuat dengan cara tradisional dan memiliki suara yang khas. Bahkan beberapa alat musik tersebut tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia.

Kekayaan khasanah seni dan budaya Indonesia tersebut sangat di sayangkan apabila tidak di kenal oleh masyarakat Indonesia sendiri. Karena itu MobilLombok.Com yang merupakan website sewa mobil di Lombok akan mengupas berbagai alat musik tradisional di Lombok berikut ini :

1. Genggong

Alat musik ini termasuk dalam jenis alat musik tiup yang terbuat dari pelepah daun lontar atau enau. Kata genggong berasal dari kata geng suara tinggi yang disebut genggong lanang dan gomg suara rendah yang disebut wadon, sehingga musik genggong selalu dimainkan secara berpasangan. Selain itu ada yang mengatakan kata geng berarti kelompok dan gong mengacu pada suara gong.

Genggong adalah seni musik perpaduan atara getaran dawai yang berasal dari pelepah enau dan rongga mulut dari pemainnya sebagai tabung resonansi. Konon diciptakannya alat musik genggong terinspirasi oleh suara katak di sawah yang memunculkan suara bersahut-sahutan. Pada Genggong ditemukan nada yang hampir sama atau mirip nadanya yaitu dengan nada musik tradisional di Bali, Jawa Barat dan Jogja.

Alat Musik Suku Sasak
Gendang Beleq. Sumber ilmusenibudaya.com

2. Rebana Burdah

Alat musik ini adalah alat musik suku Sasak yang menggabungkan budaya Timur Tengah dengan kebudayaan Sasak. Rebana Burdah ini di mainkan dengan syair pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad yang dikutip dari kitab sastra Arab Al-Barzanji. Tradisi ini sebenarnya bisa dengan mudah ditemukan di kalangan Islam tradisional di Indonesia.

Rebana bukan hanya sekedar kesenian tradisional yang sifatnya hiburan, namun lebih dari itu Rebana menyiratkan pesan yang begitu agung. Nilai fundemantal dari eksistensi manusia sebagai makhluk yang fana alias tidak abadi terkandung di dalam syair-syair yang diucapkan. Jumlah instrument dalam perangkat Rebana Burdah biasanya memiliki lima belas perangkat.

3. Mandolin

Mandolin adalah alat musik tradisional yang dimainkan pada acara tertentu dan berfungsi sebagai pengiring tarian tarian rudat dan lagu-lagu tradisional sasak. Sama seperti genggong, juga dipadukan dengan alat musik lain secara bersamaan atau bisa juga dimainkan sendiri atau solo. Bentuk alat musik ini memiliki dawai dan dimainkan seperti biola.

4. Gendang Beleq

Gendang Beleq memiliki dua kata yakni gendang dan beleq. Gendang berasal dari bunyi gendang itu sendiri, yaitu bunyi deng atau dung. Selain itu kata Beleq berarti utama atau besar. Jadi gendang beleq merupakan gendang utama. Alat musik tradisional ini dimainkan secara berkelompok dan mcara memainkannya dengan dipukul.

Pada jaman dahulu Gendang Beleq dijadikan penyemangat prajurit yang berperang. Karena saat ini budaya peperangan antar sudah ditiadakan maka kini Gendang Beleq digunakan sebagai musik pengiring dalam upacara-upacara adat seperti Merariq (pernikahan), sunatan (khitanan), Ngurisang (potong rambut bayi atau aqiqah) dan begawe beleq (upacara besar).

5. Slober

Seperti halnya genggong, alat musik ini slober ini terbuat dari pelepah daun enau. Ukuran slober panjang 1 jengkal dan lebar nya 3 cm. Alat musik ini merupakna alat musik sederhana namun memiliki keunikan. Amaq Asih alias Amaq Slober disinyalir sebagai seorang yang menciptakan alat musik ini. Karena itulah namanya slober.

6. Semprong

Alat musik tradisional ini semakin jarang ditemukan saat ini. Alat musik Suku Sasak ini terbuat dari bambu yang dibentuk menyerupai terompet. Bambu yang digunakan adalah bambu betung dan selelo karena jenis bambu tersebut bisa menghasilkan nada yang baik dan mudah di temukan di daerah Lombok.

Suling,semprong dan pengkelek hujan adalah tiga alat musik utama yang digunakan. Untuk semprong yang berukuran besar dengan ukuran lebih dari satu meter terbuat dari bambu sentul yang mempunyai buku panjang. Sedangkan untuk semprong yang mempunyai ukuran kecil terbuat dari kayu selelo dengan ukuran 80cm.

7. Satong Srek

Satong srek biasanya ditemukan dalam pagelaran orkestra tradisional Suku Sasak. Namun bisa juga dimainkan secara solo. Alat ini terbuat dari bahan seng dan juga bambu dengan salah satu bagian bambu tersebut diberi sebuah penampang berupa lempengan seng yang permukaannya dibuat tajam dan kasar. Ketika digesek atau dipukul akan menghasilkan bunyi.

8. Gula Gending

Alat ini digunakan untuk menjajakan sejenis makanan khas Lombok yang berbahan dasar gula pasir. Karena itulah namanya Gula Gending. Gula Gending digunakan untuk menarik calon pembeli dengan cara memainkannya. Dulu alat musik ini terdiri dari tengkok dan rincik dan dalam perkembangannya ditambah dengan mandolin, kendang dan seruling.

Frase Gula gending sendiri mengacu pada penjual gula-gula yang memainkan 5 dari 6 bidang kotak tanpa penutup yang merupakan sumber bunyi bernotasi yang posisinya menempel di sisi luar setengah lingkaran instrument gule gending atau tangka’. Cara memukulnya menyerupai dengan teknik memukul alat musik perkusi atau kendang.

Alat Musik Suku Sasak
750Seruling Suku Sasak. Sumber metropekanbaru.com

9. Gendang Kodeq

Alat musik ini berbentuk bulat silinder, dan bidang datar pemukulnya terbuat dari kulit berwarna coklat dan berbentuk bulat. Sedangkan di bagian badannya juga berbentuk bulat berwarna merah dengan hiasan rakitan tali rotan. Gendang kodeq merupakan gendang kecil yang digunakan untuk pertunjukan gendag beleq.

10. Gong Tawaq-Tawaq

Tawaq-tawaq merupakan sebuah perangkat alat musik suku Sasak di Lombok yang didukung dengan berbagai perangkat alat musik yaitu 6 buah barangan sebagai melodi, 2 kemong gantung, 2 gendang sebagai pembawa tempo dan dinamika, sebuah gong, dan 8 pasang ceng-ceng (simbal) sebagai alat ritmik. Gong tawaq-tawaq merupakan salah satu instrumen unik dari kuningan yang ada di pagelaran seni tersebut. Pementasan tawaq-tawaq dapat dimainkan dengan posisi duduk maupun arak-arakan.