Beranda » Tips Berwisata » Desa Wae Rebo (Negeri Diatas Awan)

Saat anda menjelajahi objek wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur rasanya tidak lengkap jika anda tidak mengunjungi Negeri diatas awan yakni desa Wae Rebo. Desa Wae Rebo merupakan bagian dari wilayah kecamatan Satarmese Barat, kabupaten Manggarai Barat dan menjadi salah satu objek wisata yang menjadi incaran wisatawan saat berkunjung ke Labuan Bajo. Bagi anda yang penasaran dengan desa Wae Rebo, kami akan memberikan informasi bagi anda seputar desa Wae Rebo.

1. Memiliki 7 Rumah Adat Utama

Desa Wae Rebo memiliki 7 rumah adat utama yang bernama rumah adat Mbaru Niang. Rumah adat Mbaru Niang memiliki bentuk yang unik yakni seperti lumbung kerucut dengan ketinggian sekitar 15 meter, terdiri dari 5 lantai, atapnya terbuat dari daun lontar, dan ditutupi oleh ijuk. Dari 7 rumah adat 1 diantaranya merupakan rumah utama berukuran lebih besar yang disebut rumah Gendang.

7 Rumah Adat Utama Wae Rebo, Sumber IG @folklandscape

Setiap wisatawan yang datang akan dijamu di dalam satu rumah adat Mbaru Niang yang disediakan khusus untuk menyambut wisatawan yakni di rumah Gendang. Anda akan diberikan jamuan berupa Kopi Flores sebagai “Welcome Drink” di desa Wae Rebo.

2. Upacara Adat Penti Setiap November

Warga desa Wae Rebo setiap bulan November merayakan upacara Adat Penti. Upacara adat penti yakni perayaan untuk mengucapkan rasa syukur dari hasil panen yang didapatkan dalam setahun. Ketika upacara Adat Penti dilakukan penduduk desa Wae Rebo akan mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesorinya.

3. Termaksuk Desa Tertinggi Di Indonesia

Desa Wae Rebo termasuk ke dalam daftar desa tertinggi di Indonesia karena berada di ketinggian 1.200 mdpl. Lokasi desa yang berada di ketinggian ini pula yang membuat desa Wae Rebo kerap dihiasi dengan kabut tipis. Setiap pagi hari kabut tipis yang akan turun perlahan-lahan dari perbukitan sekitar desa ini dan menyelimuti seluruh desa dengan kabut.

Trekking menuju desa Wae Rebo, Sumber IG @komodotrekker

Selain itu, karena lokasinya yang berada pada ketinggian maka untuk mencapai desa Wae Rebo. Anda harus melakukan trekking hingga 4 jam dengan medan yang cukup sulit. Walaupun trekking menuju ke desa ini cukup sulit tetapi anda akan terobati dengan keindahan desa Wae Rebo yang sulit untuk terlupakan.

4. Keturunan Minangkabau Sumatra Barat

Walaupun desa Wae Rebo adalah perkampungan yang berada di kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tetapi warga desanya merupakan keturunan Minangkabau dari Sumatera Barat.

Empo Maro adalah nenek moyang Wae Rebo berasal dari Minangkabau yang merantau hingga ke pulau Flores yang akhirnya menetap di kawasan yang sekarang menjadi Desa Wae Rebo. Meskipun mereka merupakan keturunan Minangkabau, namun nama-nama penduduknya tidak seperti nama-nama orang Minangkabau pada umumnya.

5. Keseharian Warga yang Tetap Terjaga

Ketika wisatawan berkunjung ke desa Wae Rebo dapat berbaur dan melihat langsung keseharian penduduk yang mayoritas bertani kopi dan menenun kain. Penduduknya terkenal ramah terhadap para wisatawan yang datang. Namun, tetap ada aturan yang harus dipatuhi jika hendak berkunjung ke desa ini karena para penduduk masih berpegang teguh pada adat istiadat.

Keseharian Warga Wae Rebo, Sumber IG @pjhn1

Sebelum menginjakan kaki di desa Wae Rebo, wisatawan harus membunyikan alat tabuh sebagai tanda ada tamu yang datang. Selain itu, wisatawan juga harus berkunjung ke rumah Gendang untuk menjalani ritual Pa’u Wae Lu’u untuk meminta perijinan pada leluhur yang dipimpin oleh tetua adat.

Anda tertarik untuk berkunjung ke desa Wae Rebo ?

Jika tertarik, maka perjalanan dapat ditempuh dengan jalur udara, darat, atau laut dengan tujuan akhir Labuan Bajo. Setelah itu, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju desa Denge, desa terdekat dengan desa Wae Rebo yang masih bisa diakses kendaraan. Di desa Denge terdapat homestay untuk keperluan istirahat para wisatawan sebelum berangkat atau sesudah pulang dari desa Wae Rebo. Dari desa Denge, wisatawan harus mendaki sejauh 9 km atua sekitar 4 jam perjalanan dengan ditemani oleh tourguide sampai ke desa Wae Rebo.

Minum Kopi Khas Flores Saat Menginap di Desa Wae Rebo @beryberyal

Saat anda berkunjung ke desa Wae Rebo diusahakan menginap agar anda tidak terlalu lelah karena perjalanan pulang pergi selama seharian, untuk penginapan di desa Wae Rebo sekitar Rp. 325.000 permalam, harga tersebut sudah termasuk makan dan minum serta untuk biaya perawatan rumah adat desa Wae Rebo.

Review

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Komentar belum ada

Jika Anda Berkenan Tuliskan Komentar

Email anda tidak akan disebar luaskan. Kolom berbintang (*) wajib anda isi.

Komentar yang ingin anda berikan*Nama Anda*Isikan email Anda*Website anda saat ini

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.