082 339 443 335 info@mobillombok.com

Ketika Anda berwisata ke Lombok rasanya akan kurang lengkap jika tidak membawa pulang oleh – oleh khas Lombok. Oleh – oleh khas Lombok cukup banyak diburu oleh wisatawan dan menjadi primadona wisatawan yang tidak terlewatkan yakni kain tenun ikat dan songketnya. Kain tenun dari Lombok memang menjadi incaran wisatawan sehingga tidak sedikit wisatawan yang membawa pulang kain tenun Lombok sebagai oleh – oleh untuk keluarga, kerabat, teman kerja, atau lainnya. Apakah Anda termasuk salah satu dari wisatawan yang suka membawa pulang oleh – oleh kain tenun ? jika iya, maka Anda perlu mengetahui informasi seputar kain tenun khas Lombok.

Kain Tenun Khas Lombok

Desa Penghasil Kain Tenun Lombok

Desa Sukarara merupakan desa penghasil kerajinan tenun ikat dan tenun songket Lombok. Desa Sukarara memiliki luas wilayah sekitar 7,55 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 5.000 jiwa lebih. Secara administratif Desa Sukarara termasuk dalam wilayah Kecamatan Jonggot, Kabupaten Lombok Tengah. Penduduk asli Desa Sukarara adalah Suku Sasak, suku yang pertama kali mendiami Pulau Lombok.

Akses Menuju ke Desa Sukara

Bagi Anda yang suka membeli kain tenun khas Lombok tentu tidak hanya ingin melihat hasil akhir kain tenun tersebut dibuat, melainkan juga ingin melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun, bukan ? Untuk itu, Anda dapat mengunjungi Desa Sukarara untuk melihat langsung proses pembuatannya. Jarak dari Kota Mataram ke Desa Sukarara sekitar 22,5 km. Jalur menuju ke Sukarara ada dua, yakni :

Mataram – Praya – Sukarara

Jika Anda menggunakan jalur ini, Anda dapat menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi dengan waktu tempuh dari Kota Mataram ke Kecamatan Praya (Ibu Kota Kabupaten Lombok Tengah) sekitar 40 menit. Kemudian menggunakan angkutan umum kembali atau kendaraan pribadi menuju Desa Sukarara sekitar 20 menit.

Mataram – Sukarara

Jika Anda menggunakan jalur ini, Anda tidak dapat menggunakan angkutan umum karena angkutan umum yang menuju ke Desa Sukarara hanya tersedia dengan keberangkatan dari Kecamatan Praya. Dengan demikian, Anda hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Bagi Anda yang tidak memiliki kendaraan pribadi dapat menggunakan jasa sewa mobillombok.com agar akeses Anda menuju ke Desa Sukarara lebih mudah dan aman.

Hal Unik di Desa Sukarara

Hampir setiap rumah di Desa Sukarara memiliki alat tenunnya sendiri. Namun, profesi penenun hanya dilakoni oleh kaum Hawa saja, sedangkan kaum Adam bekerja sebagai petani. Ada tradisi unik yang ada di Desa Sukarara, dimana bagi seorang perempuan yang ingin menikah diwajibkan untuk memberikan kain tenun buatannya sendiri kepada calon mempelai laki-laki. Apabila belum mampu membuat kain tenun sendiri, maka perempuan tersebut belum diperbolehkan menikah. Namun, bila nekat ingin menikah juga, maka pasangan perempuan dan laki-laki akan dikenakan denda. Denda dapat berupa uang maupun hasil panen padi. Secara tidak langsung tradisi yang unik ini mendorong setiap kaum Hawa untuk belajar menenun sehingga tradisi membuat kain tenun bisa dititipkan dari generasi ke generi Desa Sukarara.

Motif Kain Tenun Lombok

Ragam motif kain tenun khas Lombok dipengerahi oleh penyebaran Agama di Lombok kala itu. Pada masa penyebaran Agama Hindu, motifnya berupa tumpal atau pucuk rebung yang memiliki bentuk segitiga mirip dengan deretan gunung, motif ini melambangkan Dewi Sri. Saat penyebaran Islam masuk maka motif kain lebih dominan tumbuh-tumbuhan, seperti suluran, pucuk rebung, pohon hayat, bunga-bunga dan bunga bersusut delapan seperti bintang, dan masih banyak lagi. Masing-masing motif memiliki maknanya tersendiri. Tapi yang perlu diingat kain tenun Lombok mempunyai tekstur tebal, tidak mudah kusut, dan warnanya tidak mudah luntur.

Melihat dan Belajar Menenun

Setibanya di Desa Sukarara, wisatawan akan langsung disambut oleh kaum Hawa berpakaian adat Sasak. Mereka dengan sigap mendemonstrasikan keterampilan mereka dalam menenun. Beberapa toko biasanya menyuguhkan tontonan teknik – teknik menenun tenun ikat dan tenun songket, bahkan wisaatwan yang berminat dapat turut serta mencoba menenun. Pengrajin dengan senang hati mengajarkan kepada wisatawan cara menenun.

Masyarakat Sukarara yang Sedang Menenun

Bagi Anda yang suka mengabadikan momen berwisata dalam bentuk foto atau video sangat cocok jika mengabadikan momen Anda yang sedang belajar menenun. Lebih bagusnya lagi Anda menyewa Perlengkapan Adat Pria Suku Sasak atau Perlengkapan Adat Wanita Suku Sasak saat mengabadikan momen tersebut agar ciri khas Lombok sangat tanpak dengan jelas.

Teknik Menenun Kain dan Songket

Dalam menenun kain dan songket yang dilakukan oleh Pengrajin Desa Sukarara menggunakan teknik tradisional dan sederhana, yakni :

Kain Tenun Ikat

Benang yang digunakan untuk membuat tenun ikat terbuat dari katun. Urutan menenun kain tenun ikat secara umum meliputi :

  1. Menghani.
  2. Memasang benang lungsi pada bum benang lungsi.
  3. Pencucukan pada mata gun.
  4. Pencucukan pada sisir.
  5. Mengikat benang lungsi pada bum kain.
  6. Penyetelan.
  7. Menenun.
  8. Melepas tenunan.

Kain Tenun Songket

Benang yang digunakan untuk membuat tenun songket terbuat dari perak dan emas. Urutan menenun kain tenun ikat secara umum meliputi :

  1. Mencelup benang.
  2. Melerai benang.
  3. Menganeng benang.
  4. Menggulung.
  5. Menyapuk benang.
  6. Mengarak benang.
  7. Menyongket benang.
  8. Menenun.
  9. Melepas tenunan.

Harga Kain Tenun Lombok

Bagi Anda yang ingin membawa pulang kain tenun ikat atau kain tenun songket sebagai oleh – oleh tidak perlu khawatir mengenai harga karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Bahkan kain tenun ikat ada yang dijual mulai dari Rp. 15.000 perunit sedangkan kain tenun songket dijual mulai Rp. 100.000 peunit. Akibat harganya yang cukup terjangkau sehingga hampir banyak wisatawan yang membawa pulang kain tenun sebagai oleh – oleh. Harga tentunya mempengaruhi ukuran kain tenun, jika Anda ingin kain tenun dengan ukuran yang lebih panjang dan lebar maka budget yang Anda keluarkan juga harus sebanding dengan harga yang ditawarkan karena harga dengan ukuran yang lebih panjang dan lebar bahkan mencapai jutaan rupiah.